Rabu, 16 Juni 2010

Siap Jelajahi TV Lokal Se-Surabaya


Terobosan baru selalu digelar oleh club Audio Visual Himaprodi Komunikasi Unair. Baru-baru ini, club yang bermarkas di lab Audio Visual Gedung B FISIP Unair tersebut bakal menggelar AV Visite. Kegiatan ini berupa kunjungan ke Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jatim dan berbagai televisi lokal di Surabaya seperti SBO dan JTV,
Kunjungan ini bakal membawa serta ke-23 anggota club Audio Visual. Target lokasi pertama yang dituju adalah TV kampus di UPN Jatim. Menurut Ajeng Triwulandari, ketua club Audio Visual, UPN memiliki progres yang bagus seputar proyek media audio visual interal kampus, salah satunya TV kampus.
Kami merasa komunikasi UPN memiliki prestasi yang bagus dalam produksi audio visual khususnya TV kampus. Ya, kami perlu belajar banyak soal itu untuk progres club kami ke depan. Intinya kan jangan pernah berhenti belajar, ujar Ajeng, mahasiswa Komunikasi’07 ini.
Sebelum berangkat. beberapa persiapan juga dilakukan anggota club ini. Setiap Jumat, mereka bekerja keras mempelajari seluk beluk proses pembuatan acara televisi dan film. Ini berguna agar mereka memiliki bekal sebelum turun lapangan. “Harapannya biar anak-anak nggak canggung dan punya bekal untuk di-sharing-kan,” imbuh Ajeng. (syes/ask)

Selasa, 16 Maret 2010

Mampir Unair, Tadulako Barter SAP


POSE KENANG-KENANGAN: Perwakilan Universitas Tadulako Palu sebelum meninggalkan FISIP Unair, Rabu (24/02).



Suasana Gedung A FISIP Universitas Airlangga (Unair) mendadak berubah Rabu (24/2) siang. Sebanyak tujuh orang (enam mahasiswa dan satu dosen) perwakilan mahasiswa Universitas Tadulako Palu, Sulawesi Tengah, berkunjung ke sana. Ketujuh orang tersebut adalah civitas akademika program studi Ilmu Komunikasi.

Kedatangan mereka disambut Agustino Sasongko, Kepala Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Unair, di lobi gedung A FISIP Unair. Setelah itu, mereka melanjutkan tour menuju Kantor Departemen Ilmu Komunikasi di lantai dua. Mereka disambut oleh Liestyaningsih Dayanti, sekretaris Departemen, dan Sri Moerdijati, dosen Ilmu Komunikasi FISIP Unair.

Mereka sempat bertukar pikiran soal keberlanjutan program studi Ilmu Komunikasi di Tadulako serta barter Satuan Acara Perkuliahan (SAP). Di kesempatan tersebut, mereka juga sharing tentang kegiatan perkuliahan di masing-masing program studi.
Setelah berdialog seru, perwakilan Tadulako dipandu Agustino mengunjungi beberapa fasilitas di Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Unair, seperti Laboratorium Audio Visual, Mini Theater, dan Student Center.

“Ilmu Komunikasi di Untad relatif masih baru. Dibentuk pada 2003 dan kami berada di bawah jurusan Sosiologi. Mangkanya, kami berharap studi tour ini dapat membuka wawasan dan wacana tentang jurusan Ilmu Komunikasi,” ujar Herman, dosen Ilmu Komunikasi Untad.

Kunjungan mereka ke Unair merupakan salah satu dari serangkaian studi tour tahunan program Universitas Tadulako. Rencananya, setelah Unair, mereka akan melanjutkan ke Universitas Gajah Mada Jogjakarta, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Indonesia.(Prima/ask)

Rabu, 17 Februari 2010

Tua-Tua Disuapi

DHARMAWANGSA - Seorang pria dewasa duduk di atas mobil-mobilan. Dia hanya mengenakan popok seperti bayi. Mulutnya menganga dan terlihat seseorang yang sedang menyuapinya uang.

Itulah salah satu poster dalam Pameran Karya Cipta Iklan Antikorupsi di lobi A gedung Fisip Unair yang berlangsung selama 15-18 Februari. Ada sebuah kalimat tanya di poster itu, ''Gak malu sama anakmu?'' Poster tersebut berjudul Malu Korupsi karya Rano Yusfika.

''Poster-poster yang dipamerkan tersebut berisi iklan layanan masyarakat antikorupsi,'' kata Agustino Sasongko, ketua Himpunan Mahasiswa Komunikasi (Himakom) Unair, penyelenggara pameran, kemarin (16/2).

Ada 66 poster yang dipamerkan. Poster-poster itu merupakan peserta lomba Cipta Iklan Cetak Layanan Masyarakat Anti Korupsi yang diadakan Himakom Unair. Dalam lomba tersebut, terpilih tiga karya terbaik. Masing-masing karya M. Fahmi Annas (PR), Resyifah Syah Azza (Anti Korupsi), dan Retno Untari (Kursi Listrik). (rio/ari)

Metropolis, Jawa Pos, edisi 17 Februari 2010 halaman 34

Selasa, 16 Februari 2010

Pameran Lomba Cipta Iklan Anti Korupsi


Lomba Cipta Iklan Cetak Anti Korupsi gelaran Hima Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Airlangga memasuki tahap kedua, yakni pameran. Sebanyak 66 karya yang telah terkumpul akan dipamerkan di Lobby Gedung A FISIP Kampus B Universitas Airlangga, Jl Dharmawangsa Dalam Selatan, Surabaya. Pameran akan digelar empat hari, mulai 15 hingga 18 Februari 2010.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia mengundang seluruh peserta untuk berkunjung pada pameran tersebut. Panitia juga telah menyediakan sertifikat kepada seluruh peserta. Untuk peserta yang berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan sekitarnya, sertifikat tersebut dapat diambil peserta di venue pameran. Namun untuk peserta dari luar kota, sertifikat akan dikirimkan ke alamat masing-masing peserta.

Secara khusus, Kahima Komunikasi Unair Agustino Sasongko meminta maaf untuk segala keterlambatan pameran dan pengumuman pemenang.

“Secara pribadi dan institusi, saya dan Departemen Ilmu Komunikasi meminta maaf karena ada masalah internal di kepengurusan yang sebelumnya, yang juga menghandle acara ini. Alhamdulillah, benang kusut itu sudah bisa diluruskan kembali,” ujar Agustino.

Seperti yang sudah dimuat di blog khusus kompetisi ini, Himadep-Komunikasi-Unair.blogspot.com, pemenang sudah ditentukan. Muhammad Fahmi Annas, peserta asal Jogja menjadi juara pertama. Disusul oleh Resyifah Syah Azza, mahasiswi asal Surabaya dan Retno Untari, mahasiswi asal Surabaya. Masing-masing berhak mendapatkan uang tunai sebesar 5 juta, 3 juta, dan 2 juta. (*)

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi:

May Ichi         : 085655459905 (eyang_cew@yahoo.co.id)
Sundari           : 085645136634 (keyrhana@yahoo.co.id)

Rabu, 03 Februari 2010

Pemenang Lomba Cipta Iklan Anti Korupsi

Juara Pertama
"SUMPAH BUDAYA ANTI KORUPSI" karya M. Fahmi Annas






Juara Kedua
"POSTER KORUPSI"
karya  Reysiffa Syah Azza


Juara Ketiga
"IT'S NOT JUST KILLER"
karya Retno Untari

Juara Harapan Lomba Cipta Iklan Anti Korupsi

Juara Harapan Pertama
"IKAT HATI"
karya Annurdy Lukmono





















Juara Harapan Kedua
"MALU KORUPSI"
karya Rano Yusfika
















Juara Harapan Ketiga
"CERMIN"
karya Wimardhana + Adji Dharma

Penawaran Iklan Lomba Cipta Iklan Anti Korupsi

Sebanyak 66 karya yang terkumpul akan ditawarkan kepada instansi-instansi pemerintah sebagai materi iklan anti korupsi.
karya-karya yang akan di tawarkan adalah:
1. "And The Winner is..." karya Pandu Wicaksono
2. "Bukan untuk Suap" karya M Sunni Akbar

3. "Corupsi de Redoxon" karya Fauzen + Fiki Aditya
4. "Korupsi Dimulai dari Hal-Hal yang Kecil" karya Maria Chitra

Pemilihan pemenang serta karya penawaran materi iklan didasarkan pada kriteria penjurian :
1.    Originalitas karya
2.    Kesesuaian karya dengan tema lomba Anti Korupsi,
3.    Pesan yang ingin disampaikan, serta
4.    Penggunaan unsur desain dalam iklan cetak.